Tulisan 01.13 Cerita Bangku Merah

December 05, 2018

Hari ini, dari sore Jakarta diguyur hujan.
Jam 21.32 pas gue di busway, menuju arah pulang ke rumah. Gue sempet speechless, begitu gue masuk busway dengan sisa-sisa tenaga yang ada, karena emang gue belum sempet makan dari siang.
Pas pulang gue bertekad "Gue mau duduk di busway." 

Anyway, Gue ga pernah pakai bangku prioritas, kursi warna merah yang ditujukan buat pengguna khusus. Ibu hamil, lansia dan disabilitas. Walaupun rasanya kaki udah ga bisa diajak kompromi, gue akan tetep pilih berdiri sekalipun bangku merah itu kosong.

Tapi tadi do'a gue kayaknya diijabah, ada beberapa bangku kosong di busway yang gue naiki. Kayak ada oase di tengah gurun gitu rasanya, hahaha. 
Gue udah siap-siap mau jalan ke bangku pilihan gue. Tiba-tiba ada bapak-bapak nurunin bangku lipet di sebelah kiri, yang posisinya bersisian sama bangku yang menghadap ke depan (bukan bangku prioritas, jadi kayak semacam bangku tambahan. Seringnya ada di busway baru #CMIIW).
Beliau mempersilahkan gue duduk.

Orang yang umurnya jauh lebih tua dari gue, memperlakukan anak ingusan kayak gue dengan sebegitu baiknya.
Mendadak gue ngerasa makhluk yang ada di Bumi bisa jadi sedikit lebih menyenangkan, karena masih ada segelintir orang yang tidak pura-pura buta dan pura-pura dungu.

Hilang lah sedikit perasaan jengkel klo liat mbak-mbak yang segar bugar dan sedang tidak hamil ngambil posisi duduk di bangku prioritas.
Entah dia sadar atau engga tujuan dari adanya bangku prioritas itu. 
Atau baik pria/wanita ga rela kasih bangku nya sama Ibu hamil dan ada beberapa kasus Ibu hamil ada yang keguguran setelah berdiri ber-jam-jam di public transportation (Ps: You can search this issue by yourself, karena gue ga akan bahas dari segi medis nya).

Minimnya kesadaran, empati akan sesama dan lebih tinggi kadar ego seseorang, bisa berimbas buruk bagi orang lain. Klo kita selalu ngerasa "Gue kan juga capek, bukan dia aja", itu ga akan ada habisnya. 

So, gue berharap sharing dadakan ini sedikit mengetuk kesadaran untuk bisa memilah mana yang jadi hak kita saat menggunakan sarana public, apapun itu.
Juga sekaligus pengingat buat diri gue sendiri.




Udah pagi dini hari, jadi segitu aja dulu.


Auf Wiedersehen!! Bis bald!
:)

You Might Also Like

0 Comments