[Honest Review] Cetaphil Gentle Skin Cleanser : Akhirnya ku menemukan mu

July 29, 2018


Mempunyai kulit sensitif adalah salah satu hal yang membuat seseorang menjadi lebih takut, takut untuk mencoba product baru karena bisa jadi efek yang ditimbulkan jika product tersebut tidak cocok pastilah sangat tidak menyenangkan dan mengganggu, tapi membuat kita juga lebih aware untuk mengenal kebutuhan diri sendiri. Menjadi lebih tahu, kandungan apa saja yang menyebabkan alergi dan mau tidak mau juga harus lebih selektif terhadap product-product baru yang ingin dicoba.
Ini adalah review berdasarkan pengalaman saya yang mempunyai tipe kulit sensitif, combination dan acne prone skin yang rasanya sudah lelah mencoba hampir semua product, baik product-product drugstore ataupun dari dokter kulit hanya untuk membuat kulit wajah menjadi sehat kembali seperti sediakala.

Perjuangan panjang tepatnya di mulai sejak lulus SMP kelas 3, percobaan menemukan dokter kulit yang cocok sangatlah tidak mudah terlebih saat itu ada perasaan mengganggu “Harus menggunakan uang orangtua” karena memang biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit. Saya memutuskan ke dokter kulit karena sudah merasa kebal dengan product drugstore yang pernah dicoba, yang di kulit teman seumuran saya sebagian besar cocok.

Saya sempat mengalami kondisi ketika jerawat sudah membaik namun saya ingin terlepas dari semua product dokter kulit, yang terjadi justru kulit saya selalu mengalami breakout parah, jerawat besar-besar mulai bermunculan, nyeri dan gatal, belum lagi statement body shaming yang dilontarkan oleh mereka yang dianugerahi kulit wajah yang tidak bermasalah.

Rasanya tuh nano-nano.

Saya sempat tidak mau terbuka untuk memberikan info, saya sudah ke dokter kulit mana saja atau product-product apa saja yang saya pakai karena saat itu memang belum membuahkan hasil. Saya tahu rasanya mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari body shaming, maka dari itu saya mencoba menutup kuping sebisa dan semampu saya, tapi berjanji di dalam hati.

“Nanti kalau sudah menemukan product yang cocok atau dokter kulit yang cocok pasti gue sharing, biar nanti ga ada lagi orang-orang yang kayak gue, body shaming sampai bullying.”

Tapi di sini saya tidak akan membahas tentang body shaming atau bullying, mungkin nanti saya akan tuliskan terpisah.

Yapsss.. Mari kita mulai awal bagaimana saya menemukan cetaphil.

***

Saya sudah berada di kondisi kulit yang perlahan-lahan bisa lepas atau tidak ketergantungan dengan dokter kulit, itu salah satu andil terbesar dari salah satu dokter kulit juga, karena beliau menciptakan treatment dan product yang tidak menyebabkan ketergantungan buat saya.
Jadi sampailah saat saya bisa mencoba berbagai product dan terbesit ingin mencoba nature republic cleansing foam gel (selanjutnya akan saya tulis natrep) yang memang ditujukan untuk kulit berminyak. Saya lupa ceritakan sebelumnya kulit saya kombinasi tapi cenderung berminyak.

Karena saya merasa cocok dengan nature republic aloe vera shooting gel, saya pikir akan cocok juga dengan facial wash-nya. Ternyata tidak, saya kembali mengalami breakout parah. Sebenarnya sebelum saya memutuskan memakai natrep facial wash tersebut saya sempat dilema untuk menggunakan facial wash dari natrep atau cetaphil gentle cleansing gel, yang saya sudah kumpulkan dari berbagai informasi dan forum tentang kedua product tersebut.

Ya mungkin begitulah kiranya, kalau tidak mengikuti kata hati. Coba-coba.

Setelah selama satu minggu saya menggunakan natrep facial wash dan saya mengalami breakout, saya memutuskan untuk puasa dari facial wash. Hampir dua hari, saya tidak menggunakan facial wash dari product manapun, hanya membersihkan wajah dengan micellar water karena saat itu memang saya sedang tidak kemana-mana, dan menyeka wajah dengan alcohol setelah membersihkan wajah dengan air saja selama dua hari itu. Agar kulit saya tidak kaget ketika nanti menggunakan facial wash yang baru (re: cetaphil).
Tidak semua orang cocok dengan alcohol tetapi saya justru bersahabat baik dengan alcohol (re: alcohol 70%), jerawat menjadi cepat kering, mengempes  dan juga berangsur-angsur tidak terasa nyeri lagi.

***

Saat pertama kali saya menggunakan cetaphil, saya sudah tidak kaget kalau pembersih wajah yang satu ini tidak menghasilkan busa sabun. Tapi saya justru suka, menurut saya enak ketika diusapkan ke wajah. Cetaphil yang saya coba pertama kali adalah kemasan travel friendly, yang mudah dibawa ketika berpergian hanya dengan ukuran 59ml juga untuk mengantisipasi kalau ternyata tidak cocok. 




Cetaphil ini juga bisa digunakan sebagai pembersih wajah tanpa air.
Caranya tertera di belakang kemasan.



Produk ini diklaim sebagai sabun pembersih yang lembut serta bebas sabun dan zat pewangi sehingga cocok untuk semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif dan kulit bermasalah. Bahkan sabun pembersih ini dapat digunakan oleh bayi.
Untuk penggunaan sehari-hari, saya menggunakan cetaphil ini setelah membersihkan wajah dengan micellar water, sebagai tahap double cleansing. Saya sudah pernah menulis langkah double cleansing di sini.
Tetapi jika tidak ada aktivitas di luar rumah maka saya langsung menggunakan cetaphil sebagai facial wash tanpa tahapan double cleansing.

***

Komposisi Cetaphil Gentle Skin Cleanser beserta deskripsi singkat yang saya dapatkan dari beberapa sumber informasi, sebagai berikut:
Purified Water, Cetyl Alcohol (jenis alkohol padat), Propylene Glycol (turunan Petroleum), Sodium Lauryl Sulfate (bahan kimia untuk pembersih), Stearyl Alcohol (emulsi lilin/wax), Methyl Hydroxybenzoate (zat pengawet-sejenis paraben), Propyl Hydroxybenzoate (zat pengawet-sejenis paraben), Butyl Hydroxybenzoate (zat pengawet-sejenis paraben).





Kalau kalian mencari skin care dengan kandungan bahan-bahan alami dan sedikit bahan kimia, Cetaphil memang bukan jawabannya. Meski komposisinya sedikit, tetapi semuanya merupakan bahan kimia yang jika dianalisis melalui situs CosDNA rata-rata hasilnya memiliki resiko purging/breakout dan iritasi. Produk ini juga memiliki tiga jenis paraben (di CosDNA tidak tercantum tingkat resikonya), yang sebenarnya menurut informasi secara umum paraben sendiri agak berbahaya karena bisa menimbulkan resiko iritasi kulit hingga resiko kanker.

Tapi tenang dan jangan panik karena menurut saya bahan-bahan kimia yang digunakan tersebut tidak melebihi batas kadar yang diizinkan. Buktinya apa?

  1. Produk ini sudah berstandar internasional dan direkomendasikan oleh para pakar dermatologist.
  2. Produk ini non-comedogenic, padahal menurut CosDNA bahan-bahan yang terdaftar di situsnya tersebut beresiko menimbulkan jerawat. Artinya, penggunaan bahan-bahan tersebut bisa dikatakan sesuai atau lebih sedikit.
  3. Produk ini tidak menimbulkan iritasi, jerawat, dan reaksi negatif yang timbul di kulit saya selama pemakaian.
  4. Produk ini tidak berbusa padahal mengandung bahan Sodium Lauryl Sulfate (SLS), salah satu bahan kimia yang biasa digunakan sebagai obat pembersih dan sebagai bahan penghasil/perbanyak busa. Dapat dikatakan penggunaan SLS tersebut diambang batas normal bahkan lebih sedikit.
  5. Produk ini secara berani mempromosikan dapat digunakan pada kulit bayi dan kulit sensitif, yang berarti seluruh komposisinya sudah diformulasikan secara khusus meski hanya mengandung bahan-bahan kimia.


Warna dan Textur


Warna dari cetaphil ini menurut saya putih susu, agak kental dan sedikit berminyak, tidak berbau, karena memang tanpa tambahan pewangi, mudah diaplikasikan dan tidak meninggalkan rasa lengket di wajah.



 ***



Berikut ini ada beberapa foto saat saya mengalami breakout parah setelah menggunakan facial wash dari nature republic sampai saat ini.




Foto sebelah kiri adalah saat breakout, di situ saya sudah menggunakan skin care, bedak dan lipstick (ga tau deh ini bisa dibilang make up atau bukan, hehehe). Foto tengah, saat breakout sudah mulai berkurang dan saya hanya menggunakan skin care saja, di foto yang terakhir, sebelah kanan. Saya tidak menggunakan skin care maupun make up. Memang masih tahap peperangan dengan acne prone skin ini tapi setidaknya sekarang sudah tidak mudah berjerawat seperti sebelumnya.
Untuk kulit saya yang kombinasi tapi cenderung berminyak, baru kali ini ada facial wash yang bisa membuat tidak terlalu berminyak tapi bukan kering kerontang atau bisa dibilang oily control.


Tapi tentu saja hasilnya bisa berbeda untuk setiap orang, jika ingin mencoba sebaiknya cari tahu atau pahami dulu bagaimana jenis dan kondisi kulitmu, sampai nanti bisa menemukan yang sesuai dengan kebutuhan.
Seperti saya, akhirnya setelah perjalanan panjang pada akhirnya ku menemukan muuuuu.......... cetaphil.
wkwkwkwk.




You Might Also Like

4 Comments

  1. Saya pernah baca juga katanya itu juga bisa digunakan utk kulit bayi mba, kira2 bener gak ya?
    Nah, kalau dikulit bayi aja bisa berarti produknya aman banget. Perlu dicoba deh kayaknya. Thank infonya mba ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haayyy mba nurul, makasi sudah berkunjung ke blog ku.
      Iya bener mba, cetaphil ini memang bisa digunakan sama bayi juga.

      Sipp, silahkeun dicoba cetaphil nya :D

      Delete
  2. Produk cetaphil ini aman buat kulit sensitif ya Mb? Belum pernah nyobain sih, cm tau dr iklan2 gitu aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayy mba widy, salam kenal dan makasi sudah berkunjung ke blog ku.

      Kulit aku sensitif juga mba, pake cetaphil ini malah ga kenapa2 dan cocok sampe sekarang. Alhamdulillah.

      Mungkin klo mba widy mau coba, bisa pake yg kemasan travel friendly 59ml jadi klo sekiranya ga cocok, ga terlalu nyesel.

      Tapi aku berharapnya cocok juga di mba widy, hehehe...

      Delete